Iran Tolak Gencatan Senjata, Ketegangan dengan Israel Makin Panas

2 Min Read
Iran Tolak Gencatan Senjata, Ketegangan dengan Israel Makin Panas (Ilustrasi)

TEHERAN, NOLESKABAR.COM-Ketegangan di Timur Tengah tak kunjung reda. Iran justru memperkeras sikapnya dan menolak wacana gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak sedang mencari jalan damai melalui gencatan senjata.

“Tentu saja kami tidak mengupayakan gencatan senjata,” kata Ghalibaf dalam pernyataannya di media sosial. Dikutip Kamis, (12/3/2026).

Menurutnya, pihak yang dianggap sebagai agresor harus menerima balasan keras agar tidak lagi berani menyerang Iran di masa depan. Ia bahkan menegaskan bahwa Iran ingin memberi “pelajaran” kepada pihak yang terlibat dalam serangan terhadap negaranya.

Ghalibaf juga menuding Israel selama ini menjalankan pola konflik yang berulang. Ia menyebut siklus tersebut dimulai dari perang, lalu negosiasi, kemudian gencatan senjata, namun akhirnya kembali berujung perang.

Menurutnya, pola itu sengaja digunakan untuk mempertahankan dominasi Israel di kawasan Timur Tengah.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, militer Iran disebut tetap bersiaga dan siap melanjutkan serangan balasan terhadap target Israel maupun pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Konflik di Timur Tengah memang kembali memanas setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir. Serangan udara serta balasan rudal terjadi di berbagai titik strategis, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas.

Laporan internasional menyebutkan bahwa konflik ini telah memicu serangan rudal, drone, serta operasi militer di sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Bahkan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz ikut terdampak akibat meningkatnya ketegangan militer.

Situasi tersebut membuat dunia internasional semakin khawatir. Sejumlah negara dan organisasi global terus menyerukan deeskalasi serta mendorong perundingan damai agar konflik tidak berkembang menjadi perang besar yang melibatkan lebih banyak negara.

Namun hingga kini, sikap keras Teheran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata dekat.

Editor: Arini

Share This Article