Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026

3 Min Read
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026 (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menargetkan revitalisasi sebanyak 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026. Hal ini sebagai upaya percepatan perbaikan sekolah rusak dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah telah mengamankan anggaran lebih dari Rp14 triliun dalam APBN 2026 untuk merevitalisasi 11 ribu satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih akan ditambah menyusul komitmen Presiden RI.

“Anggaran yang sudah aman di APBN 2026 ada Rp14 triliun lebih untuk 11 ribu satuan pendidikan. Insya Allah setelah ada komunikasi, Presiden berjanji tahun ini akan ditambah 60 ribu satuan pendidikan, sehingga totalnya menjadi 71 ribu sekolah,” ujar Abdul Mu’ti, Dikutip Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden RI.

Sebagai perbandingan, pada 2025 program revitalisasi sekolah menyasar 16.175 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Peningkatan target pada 2026 dinilai menjadi langkah akseleratif untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur pendidikan.

Abdul Mu’ti menyampaikan, fokus utama revitalisasi pada 2026 masih diarahkan pada pembangunan dan perbaikan fisik gedung sekolah. Pasalnya, secara nasional masih terdapat lebih dari 100 ribu sekolah yang membutuhkan penanganan fisik.

“Slot tahun 2026 masih difokuskan pada pembangunan gedung, karena masih banyak sekolah yang harus dibangun atau diperbaiki secara fisik. Selama beberapa tahun terakhir memang belum ada pembangunan sekolah secara masif, sehingga perlu diakselerasikan,” katanya.

Terkait permintaan sarana pendukung seperti laboratorium dan mebel sekolah, ia menyebut pemerintah tetap membuka ruang bantuan meski tidak menjadi prioritas utama.

“Untuk pengajuan laboratorium dan mebel, sebagian bisa kami bantu. Mudah-mudahan masih ada ruang di tahun 2026, walaupun fokus utamanya tetap pada fisik bangunan,” jelasnya.

Abdul Mu’ti optimistis program revitalisasi sekolah rusak dapat diselesaikan sebelum 2029 apabila dilakukan secara konsisten setiap tahun.

“Kalau sekarang 16 ribu lalu tahun ini 71 ribu, insya Allah sebelum 2029 bisa 100 persen selesai. Bahkan bisa lebih cepat kalau setiap tahun konsisten,” ujarnya.

Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan program IFP kepada 288.186 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Papua, melalui kerja sama dengan TNI dan Polri serta berbagai program peningkatan kualitas pendidikan nonfisik.

Editor: Sultoni

Share This Article