PBNU Kutuk Serangan Air Keras Aktivis KontraS, Savic Ali Sebut Premanisme Politik Bangkit

2 Min Read
PBNU Kutuk Serangan Air Keras Aktivis KontraS, Savic Ali Sebut Premanisme Politik Bangkit (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohamad Syafi’ Alielha atau yang akrab disapa Savic Ali, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Salemba I Talang, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Savic Ali menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak bisa ditoleransi dalam negara demokrasi.

“Saya mengutuk keras tindak penyiraman air keras tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya. Jumat (13/3) dikutip dari NU Online.

Menurut Savic, serangan tersebut tidak hanya menyasar individu, tetapi juga menjadi sinyal berbahaya bagi kebebasan sipil dan ruang kritik di Indonesia.

Ia menilai peristiwa itu bisa menjadi indikasi munculnya kembali praktik premanisme politik yang pernah mewarnai dinamika kehidupan demokrasi di masa lalu.

“Penyerangan ini mengindikasikan gejala bangkitnya kembali premanisme politik yang pernah melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Karena itu, Savic mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap remeh kejadian tersebut. Ia meminta para tokoh masyarakat, aktivis, dan warga sipil untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk intimidasi terhadap suara kritis.

Savic juga menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban melindungi keselamatan setiap warga negara, khususnya para aktivis yang selama ini memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial.

Menurutnya, para aktivis sering kali menjadi sasaran teror dan intimidasi karena kritik yang mereka sampaikan dianggap mengganggu kepentingan pihak tertentu.

“Negara harus memastikan keamanan warganya, khususnya para aktivis demokrasi dan kemanusiaan yang kerap mendapat intimidasi dari pihak-pihak yang terganggu oleh kritik mereka,” ujarnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini tengah diselidiki aparat kepolisian. Publik menanti langkah tegas penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Share This Article