Piala AHY Jadi Panggung Karapan Sapi, AHY: Tradisi Madura Tak Kalah dari Rodeo Amerika

3 Min Read
Piala AHY Jadi Panggung Karapan Sapi, AHY: Tradisi Madura Tak Kalah dari Rodeo Amerika (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Karapan Sapi layak disejajarkan dengan rodeo di Amerika Serikat dan matador di Spanyol. Baginya, tradisi khas Madura itu bukan hanya kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga aset budaya Indonesia yang memiliki potensi besar menjadi magnet wisata dunia.

Pandangan tersebut disampaikan AHY usai menyaksikan secara langsung Lomba Karapan Sapi Piala AHY di Stadion Karapan Sapi R.P. Moch. Noer, Bangkalan, Sabtu (1/8/2026). Momen itu menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan Karapan Sapi dari dekat.

“Karapan sapi bukan hanya milik Madura, tetapi milik Nusantara. Tradisi ini harus terus kita lestarikan meski dunia semakin modern dan digital,” ujar AHY.

Menurutnya, setiap negara memiliki tradisi yang menjadi identitas sekaligus daya tarik wisata. Amerika Serikat dikenal dengan rodeo, Spanyol memiliki matador, sementara Indonesia mempunyai Karapan Sapi yang tidak kalah unik dan sarat nilai budaya.

AHY mengatakan, kekuatan Karapan Sapi bukan hanya terletak pada adu kecepatan di lintasan. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi simbol karakter masyarakat Madura yang dikenal pekerja keras, berani menghadapi tantangan, serta menjunjung tinggi kehormatan.

“Nilai-nilai itu harus terus dijaga. Karapan Sapi bukan hanya perlombaan, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Madura,” katanya.

Ia menilai penyelenggaraan Karapan Sapi juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Ribuan pengunjung yang datang membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, sektor transportasi, hingga jasa lainnya.

“Acara seperti ini menggerakkan ekonomi. Anak-anak muda antusias, UMKM hidup, dan sektor pariwisata juga ikut tumbuh. Ini yang harus terus kita dorong,” ungkapnya.

Menurut AHY, agar potensi tersebut berkembang maksimal, pemerintah perlu memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang. Ia mengaku telah berdiskusi dengan Bupati Bangkalan mengenai sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah.

Beberapa di antaranya ialah perbaikan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga revitalisasi Stadion Karapan Sapi R.P. Moch. Noer agar lebih representatif sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata.

“Kalau infrastrukturnya semakin baik, akses masyarakat menjadi lebih mudah, wisatawan akan lebih banyak datang, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” jelasnya.

AHY memastikan akan mendorong kementerian terkait untuk mengkaji berbagai kebutuhan tersebut agar pembangunan di Bangkalan dapat berjalan secara bertahap.

Lomba Karapan Sapi Piala AHY sendiri digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September 2026 sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran pengurus Partai Demokrat, anggota DPR RI, kepala daerah se-Madura, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati arena karapan sapi.

Penulis: Syah

Share This Article