Santriwati Korban Dugaan Pencabulan Oknum Lora di Bangkalan Akhirnya Ditemukan

By iksan
3 Min Read
Usai Dilaporkan ke Polda Jatim, Terduga Pelaku Pencabulan Santri di Bangkalan Ikut Menghilang (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Kabupaten Bangkalan akhirnya ditemukan setelah sempat dilaporkan hilang selama lebih dari dua pekkan.

Korban ditemukan pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Masjid Madinah, kaki Jembatan Suramadu, dalam kondisi selamat.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama membenarkan ditemukannya korban dugaan pencabulan oknum lora tersebut. Namun ia enggan menjelaskan secara detail proses ditemukannya korban tersebut.

“Hingga saat ini yang bersangkutan sudah kembali. Sementara masih di dalami penyidik Satreskrim. Nanti apabila ada perkembangan insya Allah segera kami update,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pendamping korban, Mutmainnah menyampaikan rasa syukur atas ditemukannya korban dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang selama ini ikut membantu proses pencarian dan pengawalan kasus.

“Pertama alhamdulillah korban sudah ditemukan. Terima kasih kepada semua pihak, Polres, Polda, Kemenag, LPSK, Komnas HAM, yang semuanya berupaya membantu agar kasus ini bisa tuntas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak telah bekerja sama agar penanganan perkara berjalan secara adil dan profesional. Dukungan publik dan pengawalan dari berbagai elemen masyarakat juga diharapkan tetap berlanjut hingga proses hukum benar-benar selesai.

“Semua pihak sama-sama bekerja agar kasus ini terselesaikan dengan adil. Harapan kami tetap dikawal, termasuk oleh para aktivis yang sebelumnya ikut mengawal melalui audiensi dan aksi,” katanya.

Terkait kondisi korban pasca ditemukan, pendamping menyebut korban masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan memulihkan kondisi psikologisnya. Keluarga diminta tidak menggali keterangan dari korban dalam waktu dekat.

“Sementara kami minta keluarga memberi waktu korban untuk istirahat dan menenangkan diri. Tidak perlu dulu ditanya-tanya soal kejadian kemarin. Yang penting korban sudah ditemukan dan kondisinya perlahan stabil,” jelasnya.

Korban diketahui ditemukan setelah keluarga menerima telepon dari nomor tidak dikenal atau private number. Penelpon tersebut menghubungi keluarga korban, memastikan hubungan kekerabatan sebelum menyampaikan informasi keberadaan korban.

“Setelah dipastikan benar keluarga korban, penelpon menyampaikan bahwa korban berada di Masjid Madinah, di bawah pohon mangga di depan masjid. Keluarga kemudian datang bersama ibu dan paman korban dan alhamdulillah korban ditemukan sesuai informasi tersebut,” terangnya.

Ketua Muslimah Humanis Indonesia (MHI) itu berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan tidak berbelit, termasuk terhadap terduga pelaku lainnya yang hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik.

“Kami berharap pelaku kedua segera sportif memenuhi panggilan Polda. Informasinya surat pemanggilan sudah dilayangkan. Semoga proses hukum berjalan profesional dan kasus ini segera ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Share This Article