BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Di tengah bangunan sekolah yang rusak parah dan nyaris roboh, 248 siswa SDN Tlagah 02, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, memilih menadahkan tangan dan bersujud dalam doa. Mereka menggelar istighozah secara berhari-hari, memohon agar sekolah tempat mereka belajar segera diperbaiki sebelum membahayakan keselamatan.
Istighozah digelar di lingkungan sekolah dengan kondisi memprihatinkan. Sebagian bangunan sudah ambruk, atap ruang kelas nyaris runtuh, dinding retak, dan lantai p PPrusak. Namun, keterbatasan ruang memaksa para siswa tetap bertahan di lokasi yang tidak layak.
Akibat kerusakan tersebut, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di berbagai tempat darurat. Sebagian siswa belajar di teras sekolah, sebagian menumpang di rumah warga, dan hanya segelintir yang masih menggunakan ruang kelas itu pun dengan kondisi atap yang sewaktu-waktu bisa roboh.
Pemandangan istighozah itu begitu mengharukan. Ratusan anak duduk bersila, melantunkan doa dengan penuh ketulusan. Doa-doa itu menjadi satu-satunya harapan agar bangunan sekolah mereka segera mendapat perhatian dan diperbaiki.
Kepala SDN Tlagah 02, Fatmawati, mengungkapkan istighozah dilakukan sebagai ikhtiar batin sekaligus bentuk jeritan agar pemerintah segera turun tangan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak tetap bisa belajar. Tapi kondisi sekolah sangat membahayakan. Istighozah ini kami lakukan agar ada pertolongan dan sekolah segera diperbaiki,” ujar Fatmawati dengan suara lirih.
Ia menegaskan, pihak sekolah selalu diliputi kecemasan setiap kali proses belajar berlangsung.
“Setiap hari kami takut. Atap hampir roboh, tapi anak-anak tetap datang dengan semangat. Mereka hanya ingin belajar di ruang yang aman,” tambahnya.
Selain memohon perbaikan sekolah, istighozah juga diniatkan untuk mendoakan kesuksesan siswa SDN Tlagah 02 yang akan mengikuti grand final lomba di Yogyakarta. Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah ini justru mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi.
“Anak-anak kami akan berlaga di grand final di Jogja. Kami berdoa agar mereka diberi kelancaran dan hasil terbaik, meski belajar di kondisi yang serba darurat,” kata Fatmawati.
Kondisi SDN Tlagah 02 kini menjadi potret pilu dunia pendidikan di Bangkalan. Saat bangunan sekolah nyaris roboh, doa-doa anak-anak justru menguat. Mereka berharap, istighozah yang digelar dengan penuh ketulusan ini mampu mengetuk hati para pemangku kebijakan agar segera memperbaiki sekolah, sebelum yang roboh bukan hanya bangunan, tetapi juga masa depan mereka.
Penulis: Syah
