Surabaya, NOLESKABAR.COM– PSSI Jawa Timur menunjukkan sikap tegas terhadap tindakan kekerasan di lapangan hijau. Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan, dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup setelah terbukti melakukan tendangan brutal dalam laga Liga 4 Jawa Timur.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung. Hilmi secara sengaja mengarahkan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta, Firman Nugraha Ardiansyah, hingga korban terjatuh dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Komite Disiplin PSSI Jawa Timur menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat yang mencederai nilai sportivitas. Berdasarkan putusan resmi, Hilmi dinyatakan melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI dan dijatuhi sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp2,5 juta.
“Menghukum Muh. Hilmi Gimnastiar dari Klub Putra Jaya Pasuruan dengan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” demikian bunyi putusan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur. Dikutip Selasa, 6 Januari 2026.
Ketua Komdis PSSI Jatim, Makin Rachmat, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terutama di level kompetisi pembinaan.
“Jangan sampai tragedi seperti yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia terulang kembali. Sepak bola harus menjunjung keselamatan dan sportivitas,” ujar Makin Rachmat.
Ia menambahkan, kompetisi Liga 4 seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter dan pengembangan pemain muda, bukan ajang perilaku yang membahayakan nyawa pemain lain.
“Liga ini dibangun untuk mencetak talenta dan membentuk mental pemain. Kalau diwarnai kekerasan, tujuan pembinaan itu menjadi rusak,” katanya.
PSSI Jawa Timur menegaskan akan terus menegakkan disiplin secara konsisten demi menjaga integritas kompetisi dan memastikan sepak bola daerah berkembang dalam koridor fair play dan keselamatan pemain.
Editor: Iks
