Jatim Pegang Kendali Sekolah Rakyat, 2.450 Anak Kurang Mampu Sudah Bersekolah

3 Min Read
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang berada ditengah Siswa (Foto/Istimewa

SURABAYA,NOLESKABAR.COM– Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai provinsi dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) terbanyak di Indonesia. Hingga Januari 2026, sebanyak 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur telah beroperasi penuh, melayani ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, capaian tersebut merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Dari 166 Sekolah Rakyat yang diresmikan secara nasional, 26 di antaranya berada di Jawa Timur. Ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen menghadirkan akses pendidikan yang adil bagi masyarakat rentan,” kata Khofifah dalam keterangan resmi di Surabaya, Selasa.

Program Sekolah Rakyat sendiri diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1) bersamaan dengan peresmian 166 titik SR serta peletakan batu pertama 104 SR permanen di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan (BBPPK) Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Khofifah menjelaskan, seluruh Sekolah Rakyat di Jawa Timur kini telah aktif dan menampung 2.450 peserta didik. Melalui skema pendidikan berasrama dan pendampingan intensif, SR diharapkan menjadi pintu keluar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama untuk menghentikan siklus kemiskinan antargenerasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan Sekolah Rakyat sebagai solusi jangka panjang.

Selain 26 SR yang sudah berjalan, Jawa Timur juga mengajukan delapan titik Sekolah Rakyat baru pada 2026. Pengajuan tersebut masih dalam tahap proses dan ditargetkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi keluarga miskin di berbagai daerah.

Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penerima manfaat dipastikan berasal dari kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian nasional, Jawa Timur turut mengirimkan 14 siswa terbaik Sekolah Rakyat untuk tampil bersama perwakilan dari provinsi lain. Para siswa menampilkan pidato berbahasa Arab serta atraksi baris-berbaris kolaboratif yang mendapat perhatian langsung dari Presiden.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang terlibat aktif dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.

“Hari ini saya merasa sangat bahagia. Terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari kementerian, lembaga, hingga kepala daerah yang bekerja keras menghadirkan terobosan berani untuk rakyat,” ujar Presiden.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak terputus dari akses pendidikan. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan total 14.822 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.

“Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar. Peran Gubernur Khofifah sangat signifikan dalam mengawal pelaksanaan Sekolah Rakyat di daerah,” kata Saifullah Yusuf.

Sumber: Antara

Editor: Sultoni

Share This Article