BEM SI Kerakyatan Korda Madura Raya Soroti Ketimpangan Madura, Siapkan Aksi 28 Agustus

3 Min Read
BEM SI Kerakyatan Korda Madura Raya Soroti Ketimpangan Madura, Siapkan Aksi 28 Agustus (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Jawa Timur Koordinator Daerah (Korda) Madura Raya menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih membelenggu masyarakat Madura.

Sorotan itu disampaikan dalam aksi simbolik yang digelar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Aksi tersebut menjadi bagian dari refleksi mahasiswa atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Mahasiswa menilai kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk pemerataan pembangunan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.

Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain ketimpangan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, minyak dan gas, penertiban tambang galian C, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Presiden Mahasiswa UTM Mahrus Ali mengatakan, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.

“Kemerdekaan bukan hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar terasa arti dari kemerdekaan itu sendiri bagi seluruh masyarakat,” kata Mahrus.

Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur Korda Madura Raya, Alex Maulana Ibrahim, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Alex, Madura memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Refleksi ini bukan sekadar seremonial. Masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari ketimpangan pembangunan, kemiskinan, hingga akses layanan dasar. Kami ingin memastikan suara masyarakat Madura terus diperjuangkan,” ujar Alex.

Senada dengan Alex, Koordinator BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Timur Moh Iskil El Fatih menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di daerah harus menjadi bagian dari agenda perjuangan mahasiswa di tingkat provinsi.

Menurut dia, mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada penyampaian kritik, tetapi perlu mengawal persoalan tersebut melalui advokasi dan gerakan bersama.

BEM SI Kerakyatan Madura Raya juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam aksi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Agustus 2026.

Keterlibatan tersebut menjadi upaya mahasiswa membawa berbagai persoalan Madura ke ruang advokasi yang lebih luas di tingkat Jawa Timur.

Mahasiswa berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pembangunan, layanan dasar, kemiskinan, serta pengelolaan sumber daya alam di Madura.

Mereka juga mendorong agar kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui aksi tersebut, BEM SI Kerakyatan Madura Raya menegaskan bahwa refleksi kemerdekaan harus berujung pada keberanian mengawal kepentingan rakyat, termasuk membawa persoalan daerah ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan secara bersama-sama.

Share This Article