BMKG Cabut Peringatan Tsunami, 9 Wilayah di Sulut Sempat Terdampak

2 Min Read
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BNPB: Sempat Picu Tsunami Kecil di Pesisir Sulut-Malut (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami usai gempa bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa peringatan tsunami diakhiri pada pukul 09.56 WIB setelah kondisi dinyatakan aman berdasarkan hasil pemantauan.

“Peringatan dini keempat berisi pengakhiran peringatan tsunami,” ujarnya dalam konferensi pers.

Meski telah dicabut, BMKG mencatat sedikitnya sembilan wilayah sempat terdampak gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi.

Wilayah tersebut meliputi Halmahera Barat dengan tinggi gelombang 0,3 meter, Gita 0,24 meter, Bitung 0,2 meter, Kedi 0,15 meter, Tagulandang 0,19 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, Belang 0,68 meter, serta Bumbulan 0,13 meter.

BMKG menegaskan, meski tergolong kecil, gelombang tersebut tetap masuk kategori tsunami dan berpotensi menimbulkan dampak di wilayah pesisir.

Setelah peringatan dicabut, akses menuju lokasi terdampak mulai dibuka. Tim SAR, BPBD, serta tim asesmen bangunan dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pendataan di lapangan.

“Setelah pengakhiran, tim penyelamat bisa masuk untuk melakukan pertolongan dan asesmen,” kata Faisal.

Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih terjadi. Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat sebanyak 48 gempa susulan dengan magnitudo antara 3 hingga 5,5. Dua di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meski status peringatan tsunami telah dicabut.

Share This Article