Grand Final Lomba Da’i Warnai Harlah ke-66 PMII, Dorong Lahirnya Da’i Muda Berkualitas

5 Min Read
Grand Final Lomba Da’i Warnai Harlah ke-66 PMII, Dorong Lahirnya Da’i Muda Berkualitas (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Grand Final Lomba Da’i yang dilaksanakan melalui Virtual Zoom pada Rabu, 15 April 2025. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66 yang mengusung tema “Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia”, Lembaga Pesantren dan Dakwah Pengurus Besar PMII menyelenggarakan kegiatan Lomba Da’i sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di kalangan generasi muda.

Direktur Lembaga Pesantren dan Dakwah PB PMII, Muhammad Amin, dalam sambutanya menyampaikan bahwa di era disrupsi informasi saat ini, tantangan dakwah semakin kompleks. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga harus didukung oleh kualitas intelektual dan akhlak yang baik.

“Di era disrupsi informasi saat ini, tantangan dakwah semakin kompleks. Kita tidak hanya membutuhkan suara yang lantang, tetapi juga argumentasi yang kuat, literasi yang tajam, serta adab yang luhur,” ujarnya Selasa 14 April 2026 melalui Virtual Zoom”.

Ia menambahkan bahwa Lomba Da’i ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah syiar Islam sekaligus ruang pembinaan bagi kader PMII agar memiliki keberanian dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan.

“Kegiatan ini merupakan wadah syiar Islam untuk melatih keberanian generasi muda, khususnya kader PMII, dalam menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar. Kami berharap dari sini lahir da’i-da’i masa depan yang mampu menyejukkan hati umat dengan ilmu dan akhlak mulia,” tambahnya.

Sementara itu, Fuad Muhammad, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Agama dan Umat Beragama PB PMII yang mewakili Ketua Umum PB PMII, menyampaikan harapannya agar kader PMII tidak hanya aktif dalam ruang-ruang organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa para pemenang Lomba Da’i diharapkan tidak hanya berfokus pada kritik terhadap kebijakan, tetapi juga mampu menawarkan solusi serta menghadirkan dakwah yang konstruktif dan solutif bagi umat.

Sebagai dewan juri, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Muhammad Cholil, memberikan catatan penting terkait kualitas materi dakwah para peserta. Ia menekankan pentingnya memperdalam analisis fenomena sosial agar pesan yang disampaikan lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat.

“Pembahasan fenomena perlu dipertajam dan diperbanyak agar lebih komprehensif. Hal yang biasanya diingat oleh audiens adalah sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para da’i muda untuk aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah.

“Saya sering dimintai untuk merekomendasikan da’i-da’i muda, namun media sosialnya masih lemah. Padahal saat ini, jumlah pengikut dan tingkat interaksi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penceramah. Karena itu, kader PMII perlu mengaktualisasikan diri melalui media sosial,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, yang berharap agar kegiatan ini mampu melahirkan generasi da’i unggul.

“Kita berharap ke depan lahir da’i-da’i hebat, bahkan mampu melahirkan sosok seperti almarhumah Tuti Alawiyah. PMII memiliki potensi besar untuk mencetak kader-kader unggul yang dapat dipromosikan sebagai aset dakwah bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum INF, Amin Nur Nasution, menekankan pentingnya konsistensi dalam pengembangan kapasitas dakwah generasi muda.

“Lomba ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun ekosistem dakwah di kalangan pemuda. Ke depan, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan agar para peserta tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi, tetapi terus berkembang menjadi da’i yang berpengaruh di masyarakat,” jelasnya.

Perwakilan dari Ketua Umum PP GP Ansor, Timbul Pasaribu, turut memberikan dorongan kepada kader PMII untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan platform digital.

“Kader PMII harus memiliki kepercayaan diri untuk tampil di media sosial. Hal ini sangat penting dalam menyampaikan visi dan gagasan dakwah kepada masyarakat luas melalui berbagai platform digital,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PMII diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan melalui dakwah yang moderat, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Share This Article