Kanada – China Pangkas Tarif EV dan Kanola, Hubungan Dagang Mulai Mencair

2 Min Read
Kanada - China Pangkas Tarif EV dan Kanola, Hubungan Dagang Mulai Mencair (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Kanada dan China menyepakati langkah awal pemulihan hubungan dagang dengan memangkas tarif kendaraan listrik dan produk kanola. Kesepakatan ini diumumkan usai kunjungan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Beijing pada Jumat (16/1/2026).

Carney menjadi perdana menteri Kanada pertama yang berkunjung ke China sejak 2017. Kunjungan tersebut menandai upaya kedua negara membuka kembali kerja sama ekonomi setelah hubungan dagang memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pengumuman itu, Kanada akan mengizinkan masuk hingga 49.000 kendaraan listrik buatan China dengan tarif 6,1 persen berdasarkan skema most-favoured nation. Kebijakan ini menggantikan tarif 100 persen yang diberlakukan pemerintahan sebelumnya.

“Ini merupakan kembalinya tarif ke tingkat sebelum friksi dagang, namun dalam kerangka kerja yang memberi manfaat lebih luas bagi warga Kanada,” kata Carney dalam pernyataannya dikutip dari Reuters.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut diharapkan mendorong investasi China ke sektor otomotif Kanada, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transisi menuju energi bersih.

Selain kendaraan listrik, kesepakatan juga mencakup sektor pertanian. Kanada berharap China menurunkan tarif biji kanola mulai 1 Maret menjadi sekitar 15 persen dari sebelumnya mencapai 84 persen.

“China adalah pasar kanola senilai sekitar US$4 miliar bagi Kanada, sehingga penurunan tarif ini sangat krusial bagi petani kami,” ujar Carney.

Kanada juga mengharapkan penghapusan tarif diskriminatif terhadap bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong setidaknya hingga akhir tahun ini.

Menurut Carney, kesepakatan tersebut berpotensi membuka hampir US$3 miliar pesanan ekspor baru bagi petani, nelayan, dan industri pengolahan pangan Kanada.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara sepakat mengaktifkan kembali dialog ekonomi dan keuangan tingkat tinggi serta memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi, dan pertanian.

Analis menilai langkah Kanada ini tidak terlepas dari ketegangan hubungan dagang dengan Amerika Serikat, sehingga Ottawa mulai mencari keseimbangan baru dalam kemitraan globalnya.

Meski demikian, Kanada menegaskan tetap mempertahankan hubungan strategis dengan AS, sembari menjalankan kebijakan ekonomi yang lebih pragmatis dan terbuka terhadap China.

Share This Article