JAKARTA, NOLESKABAR.COM – China terus menggenjot konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi, membuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk memperluas bisnis mereka di pasar tersebut.
Tren ini mengemuka dalam China Development Forum 2026 yang mempertemukan para pemimpin bisnis global guna membahas strategi memanfaatkan potensi pasar China yang luas dan terus berkembang.
Dalam kerangka Rencana Lima Tahun ke-15 China, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama produk domestik bruto (PDB). Kebijakan ini sekaligus menegaskan pentingnya permintaan domestik sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
CEO PepsiCo, Ramon Laguarta, menyatakan bahwa strategi tersebut sejalan dengan fokus perusahaannya dalam memperluas konsumsi berkualitas tinggi dan inovasi. Saat ini, PepsiCo telah mengoperasikan puluhan fasilitas produksi dan pusat riset di China untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal.
“Kami bukan sekadar pelaku pasar, tetapi mitra jangka panjang dalam pengembangan ekonomi China,” ujar Laguarta.
Kuatnya minat perusahaan asing mencerminkan besarnya potensi pasar konsumen China. Pada 2025, penjualan ritel negara tersebut menembus angka 50 triliun yuan untuk pertama kalinya, dan tren pertumbuhan berlanjut pada awal 2026 dengan kenaikan tahunan sebesar 2,8 persen.
Sektor jasa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan, didukung oleh meningkatnya jumlah kelas menengah. Wakil Chairman KPMG China, Jeff Wu, menilai konsumsi baru, konsumsi hijau, dan layanan akan menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang sekaligus sumber pendapatan baru bagi perusahaan global.
Di sektor pariwisata, Rosewood Hotel Group melihat peluang dari meningkatnya minat wisata berbasis pengalaman. CEO-nya, Sonia Cheng, menyebut permintaan terhadap pengalaman kultural dan kesejahteraan semakin meningkat, sejalan dengan kebijakan China yang mendorong sektor pariwisata.
Sementara itu, CEO Tapestry, Joanne Crevoiserat, menilai konsumen China memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas dan inovasi. Hal ini justru menjadi peluang untuk memperkuat posisi bisnis secara global.
Ke depan, banyak perusahaan asing menilai China bukan lagi sekadar opsi, melainkan pasar strategis yang wajib digarap, mengingat skalanya yang besar, dinamika konsumsi yang terus berkembang, serta peluang ekspansi hingga ke kota-kota di luar pusat ekonomi utama.
