Wamen Isyana Ungkap Peran Besar Perempuan di Balik Program Makan Bergizi Gratis

2 Min Read
Wamen Isyana Ungkap Peran Besar Perempuan di Balik Program Makan Bergizi Gratis (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan peran perempuan menjadi kunci dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Menurut Isyana, keterlibatan perempuan terlihat dominan dalam pelaksanaan program tersebut, terutama melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di garis terdepan.

“Perempuan adalah ujung tombak untuk menjalankan berbagai program, salah satunya MBG untuk kelompok 3B,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, TPK terdiri dari bidan, kader PKK, serta kader keluarga berencana yang sebagian besar merupakan perempuan yang aktif mendampingi keluarga di lapangan.

Selain itu, sekitar 70 persen Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) juga diisi oleh perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kondisi ini dinilai memperkuat peran strategis perempuan dalam memastikan program berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.

Secara nasional, jumlah TPK mencapai sekitar 200 ribu tim atau setara dengan 600 ribu orang, dengan dukungan sekitar 17 ribu tenaga penyuluh.

Isyana menilai kekuatan ini menjadi modal utama dalam mendistribusikan program MBG sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis keluarga menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemenuhan gizi serta mendorong perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi ibu dan anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Program MBG sendiri difokuskan pada kelompok 1.000 hari pertama kehidupan yang merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.

Isyana berharap intervensi tersebut dapat melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Program ini juga merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menekankan pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Share This Article